KELOMPOK ILMIAH REMAJA, KELOMPOK CALON ILMUAN MUDA YANG BERAKHLAK DAN BERETIKA YANG UNGGUL DALAM PRESTASI
Jumat, 17 Juni 2016
Rabu, 28 Oktober 2015
Rabu, 21 Oktober 2015
Profil Pendiri SMP Negeri 1 Pallangga Kabupaten Gowa
PROFIL PENDIRI SMP NEGERI 1 PALLANGGA
Bakka Daeng
Tobo, lahir di Moncobalang tanggal 21 Juli 1931 dan meninggalkan 2 (dua) orang
isteri dan 13 (tiga belas) orang anak serta 11 (sebelas) orang cucu saat beliau
menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 24 November 1993 pukul 15.15 wita.
Perjalanan karier
beliau sebagai abdi Negara adalah :
11. Diangkat menjadi guru SR (Sekolah
Rakyat) pada tahun 1953.
22. Pada tanggal 1 Desember 1958 diangkat menjadi
Kepala SR 6 Tahun Allattappampang di Mangalli.
33. Tanggal 1
Desember 1963 dipromosi menjadi Penilik Pendidikan SR/Kepala I.P.R. Wilayah
Bontonompo Dati II Gowa.
44. Tanggal 24 Juli 1969 diangkat menjadi Kepala
Inprasar Kab.Gowa
55. Tanggal 1
Oktober 1972 dipromosi kembali menjadi Kepala Kantor Pembinaan Sarpralub
Kab.Gowa
66. Tanggal 1
November 1974 diangkat/dimutasi menjadi Kepala Kantor Pembinaan Pendidikan
Dasar Prasekolah dan PLB Kab.Jeneponto.
77. Tanggal 1
April 1977 diangkat menjadi Pelaksana Teknis pada Bidang Pendidikan Dasar Prov.
Sulsel.
88. Tangga 31
Juli 1987 memasuki masa purna bakti (pensiun).
99. Pernah
dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD Gotong Royong Kab.Gowa (Nonparpol) pada
tahun 70-an.
Prestasi Pernah Diraih
11. Guru
Teladan I (satu) tingkat Sulawesi pada tahun 50-an.
Pengalaman Organisasi
11. Ketua
Koordinator PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Periode 1964 – 1967.
22. Pimpinan
Daerah Muhammadiyah Kab. Gowa.
Minggu, 31 Mei 2015
Sabtu, 30 Mei 2015
Senin, 13 Oktober 2014
Cara Membuat Kompos Sederhana
Salah satu bentuk kepedulian sederhana terhadap lingkungan sekolah kita adalah dengan mengelola sampah organik sekolah menjadi kompos. Kompos dan pupuk kandang merupakan salah satu pupuk alami yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Kompos merupakan pupuk yang dibuat dari sampah organik. Cara pembuatannya pun tidak terlalu rumit, murah, serta tidak perlu banyak peralatan atau tempat luas.
Dengan membuat kompos sendiri ternyata dapat mengurangi masalah pembuangan sampah dan dapat digunakan sendiri tanpa harus membeli. Kompos mempunyai manfaat untuk memperbaiki struktur tanah sehingga zat-zat makanan yang diperlukan tumbuhan semakin tersedia lebih banyak. Selain itu, mikroba yang ada dalam kompos akan membantu penyerapan zat makanan yang dibutuhkan tanaman.
Sebelum membuat kompos, ada baiknya mengetahui bagaimana kompos bisa terjadi? Sampah organik, pada prinsipnya akan mengalami penguraian oleh berbagai jenis mikroba, binatang yang hidup di tanah, enzim dan jamur secara alamai. Proses penguraian ini memerlukan kondisi tertentu yaitu suhu, udara dan kelembaban yang tepat. Semakin cocok kondisinya, maka semakin cepat pembentukan kompos. Bahkan hanya dalam kurun waktu 4 - 6 minggu sudah jadi. Agak sedikit berbeda dengan penanganan jika sampah organik hanya ditimbun saja. Metode ini membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menjadi kompos. Hal yang paling penting dalam proses pengomposan adalah timbulnya panas karena aktivitas mikroba. Hal ini menandakan bahwa mikroba mengunyah bahan organik dan merubahnya menjadi kompos. Suhu yang optimal untuk proses pengomposan adalah 45-65C. Adapun jika terlalu panas maka perlu dibolak-balik minimal setiap 7 hari.
Berikut ini dijelaskan cara membuat kompos sederhana. Cara membuat ini lebih mengeksplorasi kepada bagaimana membuat kompos bagi mereka yang tidak mempunyai lahan yang luas.
1. Sediakan drum atau sejenisnya.
2. Lubangi kecil-kecil bagian dasar drum untuk rembesan air dari sampah.
Untuk menjaga kelembaban bagian atas dapat ditutup dengan karung goni atau anyaman bambu. Bak pengomposan tidak boleh kena air hujan sehingga sebaiknya harus dibawah atap. Dasar bak pengomposan dapat berupa tanah atau pasir berkerikil, sehingga kelebihan air dapat merembes ke bawah jangan ditempatkan di tempat yang kedap air.
3. Masukkan sampah organik ke dalam wadah (drum) setiap hari. Campur 1 bagian sampah hijau dan 1 bagian sampah coklat.
4. Tambahkan 1 bagian kompos lama atau lapisan tanah atas (top soil) dan dicampur. Tanah atau kompos ini diharapkan mengandung banyak mikroba aktif yang bekerja mengolah sampah menjadi kompos. Jika ada kotoran ternak dari ayam atau sapi dapat pula dicampurkan.
5. Pembuatan bisa dikukan secara sekaligus atau selapis demi selapis misalnya setiap dua hari ditambah sampah baru. Untuk menghindari terlalu panas maka setiap 7 hari perlu diaduk.
6. Pengomposan dinyatakan sudah selesai jika campuran menjadi kehitaman dan tidak berbau sampah. Pada minggu ke-1 dan ke-2 mikroba mulai bekerja menguraikan membuat kompos, sehingga suhu menjadi sekitar 40C. Pada minggu ke-5 dan ke-6 suhu kembali normal dan kompos sudah jadi.
Jumat, 13 Juni 2014
Langganan:
Postingan (Atom)






